
26 Oktober 2024 23:37:17
Suku Bolango berasal dari Pulau Batang Dua di Propinsi Maluku Utara
tepatnya di Pulau Lembe Desa Papusungan yang pada saat itu di pimpin oleh
Raja Wintu-Wintu sekitar abad ke-XIV. Di Pulau Lembe suku Bolango kembali
melajutkan perjalanan ke Lembe Koba tepatnya di Minahasa Utara atau Tonsea
lama yang kemudian di pimpin oleh Raja Dotulongo. Di daerah Tonsea suku
Bolango masih menetap, dan akhirnya kembali memutuskan berhijrah kembali
menuju pesisir Pantai Utara Bolaang Mongondow, hingga sampai ke daerah
Gorontalo yang di pimpin oleh Raja Mogolaingo. Suku Bolango sampai di
Gorontalo di sambut baik oleh Raja Gorontalo yakni Raja Eyato, pemimpin ini
meminta agar Raja Mogolaingo bisa menetap di Gorontalo dan tidak lagi
melakukan perjalanan. Kesepakatan pun terjadi akhirnya dengan persetujuan
saudara dari pentinggi Raja Eyato suku Bolango memutuskan menetap di
Gorontalo dan mendapat tepat atau lipu di daerah Tapa. Suku Bolango mulai
bergabung dengan kerajaan yang ada di Gorontalo dan Limboto, bergabung dalam Duluo Limo Pohalaa dan kembali berganti nama menjadi Limo Lo Pohalaa yakni
Gorontalo- Limboto Bone- Suwawa-Bintauna, Bolango dan, Atinggola yang pada
bahasa Bolango Atinggola Limo No Ponganaa. Suku Bolango juga ikut dalam
pengaturan pemerintahan dan politik dalam mengembangkan daerah, hingga
masuknya VOC di Gorontalo suku Bolango masih ikut dalam mengatur masyarakat. Beberapa tahun berlangsung VOC mulai melebar sapanya mengusai
seluruh sistem pemerintahan dari Raja hingga masyarakat kecil, suku Bolango
akhrinya memutuskan meninggalkan daerah Gorontalo, banyak opsi hijrahnya
suku Bolango dari Tapa, pertama karena adanya tekanan dari pihak Belanda, dan
opsi lain pun mengatakan bahwa suku Bolango adalah masyarakat yang tidak suka
ada permusuhan. Suku Bolango berhijrah melintasi Pantai Utara Bolaang
Mongondow dan sampai di Pelabuhan Uki, kelompok lain melanjutkan perjalan
ke Pantai Selatan Bolaang Mongondow dan tiba di daerah Molibagu yang kini
menjadi Ibu Kota Bolaang Mongondow Selatan.